Rabu, 30 Januari 2013

Ada Cinta

Ucapkanlah kasih satu kata yg ku nantikan
Sebab ku tak mampu membaca matamu
Mendengar bisikmu

Nyanyikanlah kasih senandung kata hatimu
Sebab ku tak sanggup mengartikan getar ini
Sebab ku meragu pada dirimu
Reff:
Mengapa berat ungkapkan cinta
still waiting U
Padahal ia ada
Dalam rinai hujan
Dalam terang bulan
Juga dalam sedu sedan
Mengapa sulit mengaku cinta
Padahal ia terasa
Dalam rindu dendam
Hening malam
Cinta terasa ada
Nyanyikanlah kasih senandung kata hatimu
Sebab ku tak sanggup mengartikan getar ini
Sebab ku meragu pada dirimu
Ucapkanlah kasih satu kata yg ku nantikan
Sebab ku tak mampu membaca matamu
Mendengar bisikmu

Nyanyikanlah kasih senandung kata hatimu
Sebab ku tak sanggup mengartikan getar ini
Sebab ku meragu pada dirimu
Reff:
Mengapa berat ungkapkan cinta
Padahal ia ada
Dalam rinai hujan
Dalam terang bulan
Juga dalam sedu sedan
Mengapa sulit mengaku cinta
Padahal ia terasa
Dalam rindu dendam
Hening malam
Cinta terasa ada
Nyanyikanlah kasih senandung kata hatimu
Sebab ku tak sanggup mengartikan getar ini
Sebab ku meragu pada dirimu

Selasa, 29 Januari 2013

Artikan

good bye dear

Lilin-lilin kecil berbaris di hadapku
Mencoba meraba
Membuat bayang
Memecah kegelapan
Lilin-lilin kecil berbaris di hadapku
Menemani aku
Menghiburku
Merayuku
Mengembangkan senyumku
Lilin-lilin kecil berbaris di hadapku
Tik,,,tok,,,tik,,,tok
Menemani jam dinding
Dentuman malam ini
Menyilaukan kaca jam dindingku
Lilin-lilin kecil berbaris di hadapku
Kini mulai habis
Kini hampir mati
Dan kini
Mati
Membekas
Meninggalkan sisa

Purnama


Malam ini purnama
Sinarnya membelai lembut wajahku
Aku tersipu malu
Seperti mata ini
Malu ketika memandang teduh matamu
Seperti bibir ini
Malu jika berbicara denganmu
Seperti tangan ini
Malu jika menyentuhmu
Seperti hati ini
Terlalu malu mengakui aku mencintaimu
Malam ini purnama
Sinarnya membelai lembut rambutku
Aku terpejam
Aku berfantasi
Aku bersamamu
Aku mencintaimu
Duhai pengerah penyejuk jiwa

Senin, 28 Januari 2013

22.49 - No comments

Rasaku


               Nggak perlu mengibaratkan cinta dengan perumpamaan yang aneh-aneh. Cinta itu suci, kekal dan setiap umat tuhan punya cinta. Cinta itu seperti hembusan angin. Manusia pasti bisa merasakan meskipun tak bisa memegang ataupun menyentuhnya. Cinta itu rasa, Cinta itu baik, cinta itu ramah. Menyentuh semua manusia dengan sejuta keindahan. Tak perlu takut dihampiri cinta. Tak perlu malu dihampiri cinta. Cinta... aku beda, beda dengan yang lain, aku malu tiap kau datang menghampiri. Aku terlalu malu. Aku terlalu penakut. Cinta... aku minta, jika aku terlalu malu. Tersiksa akan maluku sendiri. Aku terjerat oleh tatapanmu. Teduh aku menatapmu. Damai aku disampingmu. Tapi aku terlalu malu, aku terlalu takut.

               Suatu sore, ya sore itu mendung. Kabut hitam dan mendung. Kami berlari-lari kami sebut, kami ini Casis, Calon Siswa. Ya aku sedang mengikuti diklat suatu organisasi bergengsi di kampusku. Saat aku lelah aku menengok ke samping. Sama!! Rekanku juga kelelahan. Aku tengok ke belakang, sama!! Mereka juga kelelahan. Senior-seniorku yang terlihat tak ada rasa lelah tetap berteriak menyanyi yel-yel dengan semangat luar biasa. Engkau berada di barisan paling depan. Kau di kana barisan. Ya, di menjadi pemimpin materi binjas sore itu. Aku bisa dengar suaranya meneriakkan lagu-lagu luar biasa. Lagu-lagu penyemangat kami. Aku menoleh, dan aku menatap matamu, begitu juga matamu menatapku. Aku tau ini hal biasa. Hanya ada hubungan senior dan junior di antara kita. Ah... aku tak tau kenapa dengan jantung ini, tiba-tiba aku merasa ngilu!

                Hari berikutnya aku benar-benar bertatap muka denganmu. Oh tuhan.... aku ngilu lagi, jantung ini benar-benar ngilu. Sama seperti saat aku jatuh cinta dengan teman sekelasku semasa SMA. Aku mohon jangan untuk saat ini. Dia benar-benar sabar dan baik. Aku suka lelaki seperti itu. Dia idamanku J

                Aku jatuh. Sakit rasanya kepalaku. Aku memang punya penyakit pusing akhir-akhir ini. Tapi aku kuatkan. Karena ada kamu penguatku. Setiap pertemuan ada kamu. Aku merasa untuk lebih kuat. Benar-benar kuat jika melihat dirimu. Terimakasih mas

                Tapi kini aku benar-benar tidak bisa menahan, mentalkupun ikut jatuh. Aku sakit, tak kuat aku menopang kepalaku. Aku sakit mas... saya sakit. Damai tatapanmu pun juga tak bisa sembuhkanku. Aku masih sakit......!!!  aku tak tahan.

                 Akhirnya aku jatuh, aku tumbang di seperempat perjalanan. Dan aku tak tahu bisa atau tidak aku melihatmu. Melihat wajah teduhmu mas. Semoga tak hanya sampai disini aku melihatmu. Aku bisa bersamamu di lain hari, lain waktu. Terimakasih tuhan untuk anugrah indahmu.


Sisir


Terhadaplah aku pada bayanganku
Aku malu
Aku malu
Karena aku sedang jatuh cinta
Ke belai rambutku
Dengan sisir ini
Aku tersenyum
Aku malu
Aku malu
Rambut hitam ikal ini aku sisir di depan cermin
Hitam pekat begitu ikal
Berseluncur sisirku
Di gelombang ombak rambutku
Berselancar ria menata rambut ikal hitamku
Aku bahagia
Aku tersenyum
Aku jatuh cinta

Tak Berarti


Awan sore ini mendung sayang
Dan kilatpun silih berganti
Aku takut sayang
Takut mendung ini juga melanda hatiku
Jujur aku tak tau hatimu
Aku tak tau bagaimana tentang hatimu
Yang aku tau aku damai dengan hatimu
Aku damai dengan mu
Aku tenang dengan mu
Tuhan....
Aku jatuh cinta
Aku tau ini berdosa
Aku mohon ampun ya Allah
Aku mohon ampun
Karena aku jatuh cinta dengannya
Tuhan...
Dimana lagi tyemapat mengaduku selain padamu
Tak ada yang lebih melegakan
Selain di sisimu
Tuhan...
Aku cinta dia
Aku ingin memeluk dia
Mendekap penuh dengan sayang
Karna sebentar lagi akan hujan
Aku ingin berteduh dari rasa ini
disisimu