Senin, 28 Januari 2013

22.49 - No comments

Rasaku


               Nggak perlu mengibaratkan cinta dengan perumpamaan yang aneh-aneh. Cinta itu suci, kekal dan setiap umat tuhan punya cinta. Cinta itu seperti hembusan angin. Manusia pasti bisa merasakan meskipun tak bisa memegang ataupun menyentuhnya. Cinta itu rasa, Cinta itu baik, cinta itu ramah. Menyentuh semua manusia dengan sejuta keindahan. Tak perlu takut dihampiri cinta. Tak perlu malu dihampiri cinta. Cinta... aku beda, beda dengan yang lain, aku malu tiap kau datang menghampiri. Aku terlalu malu. Aku terlalu penakut. Cinta... aku minta, jika aku terlalu malu. Tersiksa akan maluku sendiri. Aku terjerat oleh tatapanmu. Teduh aku menatapmu. Damai aku disampingmu. Tapi aku terlalu malu, aku terlalu takut.

               Suatu sore, ya sore itu mendung. Kabut hitam dan mendung. Kami berlari-lari kami sebut, kami ini Casis, Calon Siswa. Ya aku sedang mengikuti diklat suatu organisasi bergengsi di kampusku. Saat aku lelah aku menengok ke samping. Sama!! Rekanku juga kelelahan. Aku tengok ke belakang, sama!! Mereka juga kelelahan. Senior-seniorku yang terlihat tak ada rasa lelah tetap berteriak menyanyi yel-yel dengan semangat luar biasa. Engkau berada di barisan paling depan. Kau di kana barisan. Ya, di menjadi pemimpin materi binjas sore itu. Aku bisa dengar suaranya meneriakkan lagu-lagu luar biasa. Lagu-lagu penyemangat kami. Aku menoleh, dan aku menatap matamu, begitu juga matamu menatapku. Aku tau ini hal biasa. Hanya ada hubungan senior dan junior di antara kita. Ah... aku tak tau kenapa dengan jantung ini, tiba-tiba aku merasa ngilu!

                Hari berikutnya aku benar-benar bertatap muka denganmu. Oh tuhan.... aku ngilu lagi, jantung ini benar-benar ngilu. Sama seperti saat aku jatuh cinta dengan teman sekelasku semasa SMA. Aku mohon jangan untuk saat ini. Dia benar-benar sabar dan baik. Aku suka lelaki seperti itu. Dia idamanku J

                Aku jatuh. Sakit rasanya kepalaku. Aku memang punya penyakit pusing akhir-akhir ini. Tapi aku kuatkan. Karena ada kamu penguatku. Setiap pertemuan ada kamu. Aku merasa untuk lebih kuat. Benar-benar kuat jika melihat dirimu. Terimakasih mas

                Tapi kini aku benar-benar tidak bisa menahan, mentalkupun ikut jatuh. Aku sakit, tak kuat aku menopang kepalaku. Aku sakit mas... saya sakit. Damai tatapanmu pun juga tak bisa sembuhkanku. Aku masih sakit......!!!  aku tak tahan.

                 Akhirnya aku jatuh, aku tumbang di seperempat perjalanan. Dan aku tak tahu bisa atau tidak aku melihatmu. Melihat wajah teduhmu mas. Semoga tak hanya sampai disini aku melihatmu. Aku bisa bersamamu di lain hari, lain waktu. Terimakasih tuhan untuk anugrah indahmu.


0 komentar:

Posting Komentar