Sabtu, 02 Februari 2013

16.47 - No comments

l ̲̅ə̲̅٨̲̅٥̲̅٦̲̅]

Bila cinta itu bunga. tak akan pernah aku petik biar dia segar di tangkainya
Bila cinta itu air, biarkan air itu jernih bersih, mengalir dari hulu ke hilir
Bila cinta itu dermaga, biarkan kapal itu berlabuh
Bila cinta itu daun, akan aku biarkan daun-daun itu menghembuskan udara kehidupan
Bila cinta itu penjara, mana mungkin engkau bisa keluar masuk fikiranku hingga saat ini
Bila cinta itu kertas, tak perlu aku mencoretnya dengan warna-warna tinta. biarkan putih bersih sebagaimana hakikat cinta itu sendiri.
Cinta itu tak bisa dijelaskan namun cinta itu juga tidak abstrak
Cinta itu obat tapi cinta juga penyakit :)
Biar, biarlah cinta menunjukkan wujud aslinya, hanya hati yang tau. namun karena hati juga kita tak dapat mengerti Cinta



at Paris... someday.. AMIN :)

Rabu, 30 Januari 2013

Ada Cinta

Ucapkanlah kasih satu kata yg ku nantikan
Sebab ku tak mampu membaca matamu
Mendengar bisikmu

Nyanyikanlah kasih senandung kata hatimu
Sebab ku tak sanggup mengartikan getar ini
Sebab ku meragu pada dirimu
Reff:
Mengapa berat ungkapkan cinta
still waiting U
Padahal ia ada
Dalam rinai hujan
Dalam terang bulan
Juga dalam sedu sedan
Mengapa sulit mengaku cinta
Padahal ia terasa
Dalam rindu dendam
Hening malam
Cinta terasa ada
Nyanyikanlah kasih senandung kata hatimu
Sebab ku tak sanggup mengartikan getar ini
Sebab ku meragu pada dirimu
Ucapkanlah kasih satu kata yg ku nantikan
Sebab ku tak mampu membaca matamu
Mendengar bisikmu

Nyanyikanlah kasih senandung kata hatimu
Sebab ku tak sanggup mengartikan getar ini
Sebab ku meragu pada dirimu
Reff:
Mengapa berat ungkapkan cinta
Padahal ia ada
Dalam rinai hujan
Dalam terang bulan
Juga dalam sedu sedan
Mengapa sulit mengaku cinta
Padahal ia terasa
Dalam rindu dendam
Hening malam
Cinta terasa ada
Nyanyikanlah kasih senandung kata hatimu
Sebab ku tak sanggup mengartikan getar ini
Sebab ku meragu pada dirimu

Selasa, 29 Januari 2013

Artikan

good bye dear

Lilin-lilin kecil berbaris di hadapku
Mencoba meraba
Membuat bayang
Memecah kegelapan
Lilin-lilin kecil berbaris di hadapku
Menemani aku
Menghiburku
Merayuku
Mengembangkan senyumku
Lilin-lilin kecil berbaris di hadapku
Tik,,,tok,,,tik,,,tok
Menemani jam dinding
Dentuman malam ini
Menyilaukan kaca jam dindingku
Lilin-lilin kecil berbaris di hadapku
Kini mulai habis
Kini hampir mati
Dan kini
Mati
Membekas
Meninggalkan sisa

Purnama


Malam ini purnama
Sinarnya membelai lembut wajahku
Aku tersipu malu
Seperti mata ini
Malu ketika memandang teduh matamu
Seperti bibir ini
Malu jika berbicara denganmu
Seperti tangan ini
Malu jika menyentuhmu
Seperti hati ini
Terlalu malu mengakui aku mencintaimu
Malam ini purnama
Sinarnya membelai lembut rambutku
Aku terpejam
Aku berfantasi
Aku bersamamu
Aku mencintaimu
Duhai pengerah penyejuk jiwa

Senin, 28 Januari 2013

22.49 - No comments

Rasaku


               Nggak perlu mengibaratkan cinta dengan perumpamaan yang aneh-aneh. Cinta itu suci, kekal dan setiap umat tuhan punya cinta. Cinta itu seperti hembusan angin. Manusia pasti bisa merasakan meskipun tak bisa memegang ataupun menyentuhnya. Cinta itu rasa, Cinta itu baik, cinta itu ramah. Menyentuh semua manusia dengan sejuta keindahan. Tak perlu takut dihampiri cinta. Tak perlu malu dihampiri cinta. Cinta... aku beda, beda dengan yang lain, aku malu tiap kau datang menghampiri. Aku terlalu malu. Aku terlalu penakut. Cinta... aku minta, jika aku terlalu malu. Tersiksa akan maluku sendiri. Aku terjerat oleh tatapanmu. Teduh aku menatapmu. Damai aku disampingmu. Tapi aku terlalu malu, aku terlalu takut.

               Suatu sore, ya sore itu mendung. Kabut hitam dan mendung. Kami berlari-lari kami sebut, kami ini Casis, Calon Siswa. Ya aku sedang mengikuti diklat suatu organisasi bergengsi di kampusku. Saat aku lelah aku menengok ke samping. Sama!! Rekanku juga kelelahan. Aku tengok ke belakang, sama!! Mereka juga kelelahan. Senior-seniorku yang terlihat tak ada rasa lelah tetap berteriak menyanyi yel-yel dengan semangat luar biasa. Engkau berada di barisan paling depan. Kau di kana barisan. Ya, di menjadi pemimpin materi binjas sore itu. Aku bisa dengar suaranya meneriakkan lagu-lagu luar biasa. Lagu-lagu penyemangat kami. Aku menoleh, dan aku menatap matamu, begitu juga matamu menatapku. Aku tau ini hal biasa. Hanya ada hubungan senior dan junior di antara kita. Ah... aku tak tau kenapa dengan jantung ini, tiba-tiba aku merasa ngilu!

                Hari berikutnya aku benar-benar bertatap muka denganmu. Oh tuhan.... aku ngilu lagi, jantung ini benar-benar ngilu. Sama seperti saat aku jatuh cinta dengan teman sekelasku semasa SMA. Aku mohon jangan untuk saat ini. Dia benar-benar sabar dan baik. Aku suka lelaki seperti itu. Dia idamanku J

                Aku jatuh. Sakit rasanya kepalaku. Aku memang punya penyakit pusing akhir-akhir ini. Tapi aku kuatkan. Karena ada kamu penguatku. Setiap pertemuan ada kamu. Aku merasa untuk lebih kuat. Benar-benar kuat jika melihat dirimu. Terimakasih mas

                Tapi kini aku benar-benar tidak bisa menahan, mentalkupun ikut jatuh. Aku sakit, tak kuat aku menopang kepalaku. Aku sakit mas... saya sakit. Damai tatapanmu pun juga tak bisa sembuhkanku. Aku masih sakit......!!!  aku tak tahan.

                 Akhirnya aku jatuh, aku tumbang di seperempat perjalanan. Dan aku tak tahu bisa atau tidak aku melihatmu. Melihat wajah teduhmu mas. Semoga tak hanya sampai disini aku melihatmu. Aku bisa bersamamu di lain hari, lain waktu. Terimakasih tuhan untuk anugrah indahmu.